https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/issue/feed Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK) 2026-08-14T09:06:34+00:00 Dr. Abubakar, M. Si admin@jsk.kodepena.org Open Journal Systems <p>Periodical scientific journal, publishing the orginil manuscript of sociohumaniora experts from research results, conceptual ideas, studies and application of theory or literature review of the socialhumaniora sciences that has never been sent or published in other journals anywhere.</p> https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/175 Analisis Cohort dalam Evaluasi Pemanfaatan LMS di Perguruan Tinggi (studi kasus: Microsoft Teams) 2026-08-13T07:20:32+00:00 Soetam Rizky Wicaksono soetam.rizky@machung.ac.id <p>Penelitian ini menganalisis penggunaan <em>Learning Management System</em> (LMS) Microsoft Teams oleh mahasiswa dari dua disiplin akademik yang berbeda di sebuah perguruan tinggi pasca-pandemi, dengan fokus pada mahasiswa program studi manajemen sebagai pengguna novice dan mahasiswa sistem informasi sebagai pengguna <em>advanced.</em> Metodologi yang digunakan adalah cohort analysis, di mana data dikumpulkan melalui survei yang meliputi pertanyaan berbasis skala Likert dan <em>open-ended</em>, dilakukan secara langsung di dalam kelas. Hasil menunjukkan bahwa meskipun kedua kelompok mahasiswa memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan Microsoft Teams, mahasiswa sistem informasi lebih nyaman dan sering menggunakan fitur-fitur lanjutan dibandingkan mahasiswa manajemen. Namun, kedua kelompok cenderung kurang memanfaatkan fitur-fitur canggih secara reguler. Evaluasi model regresi yang digunakan mengungkapkan bahwa frekuensi penggunaan dan kenyamanan dengan fitur-fitur lanjutan secara signifikan meningkatkan efektivitas penggunaan LMS. Berdasarkan temuan ini, penelitian menyarankan bahwa peningkatan pelatihan dan dukungan teknis adalah kunci untuk memaksimalkan pemanfaatan LMS, serta memperkuat penggunaan fitur-fitur lanjutan yang dapat meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar mahasiswa.</p> 2026-05-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Soetam Rizky Wicaksono https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/269 Pemanfaatan Ikan dan Hasil Laut sebagai Sumber Gizi dalam Tradisi Masyarakat Pesisir Aceh 2026-08-13T07:20:32+00:00 Afifah Ramadhini afifahramadhini816@gmail.com Abubakar abubakar@serambimekkah.ac.id Cut Nya Dhin Cutnyadhin@ar-raniry.ac.id Fitriatun Nisa fitriatunnisa667@gmail.com Gustika Rohaya rohayagustika17@gmail.com Izziya Kamila izziyakamila@gmail.com Nadjwaa Arabiya nadjwaarabiya@gmail.com Vina Silvia vina.silvia01@icloud.com Sonia Ismah soniaismah25@gmail.com Yeni Shofia yenishofia6@gmail.com Aceh is one of the coastal regions in Indonesia with abundant marine resources. Fish and other seafood play a significant role not only as a primary food source but also as part of the cultural traditions of coastal communities. This study aims to analyze the role of fish and marine products as nutritional sources and their relationship with the traditions of coastal communities in Aceh. The research employs a qualitative approach using a literature review method based on various scientific journals and research reports related to coastal communities, marine resource management, and fish consumption patterns. The findings indicate that fish is a high-quality source of animal protein containing essential nutrients such as omega-3 fatty acids, vitamins, and minerals that contribute to human health. In Acehnese coastal communities, seafood is also closely associated with social and cultural practices, including traditional ceremonies and communal meals. Local wisdom and traditional institutions such as Panglima Laot regulate fishing activities and marine resource utilization to ensure sustainability. Therefore, fish and marine products play a crucial role not only in improving nutritional status but also in maintaining cultural identity and environmental sustainability among coastal communities in Aceh. 2026-05-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Abubakar, Afifah Ramadhini, Cut Nya Dhin, Fitriatun Nisa , Gustika Rohaya , Izziya Kamila , Nadjwaa Arabiya , Vina Silvia , Sonia Ismah , Yeni Shofia https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/263 Kenduri Kematian Sebagai Media Sedekah Makanan, Integrasi Nilai Keislaman dan Silaturahmi Dalam Masyarakat Aceh 2026-08-13T07:20:32+00:00 Ichsan ichsanaffan@gmail.com Asmadhiya Asyyifa asmadhiyaassyifa07@gmail.com Cut Miratul Hayati cuthayati2007@gmail.com Hawania Rizki hawaniarizki@gmail.com Illiza Maghfirah illizamghfrh@gmail.com Isti Karina istiikarina@gmail.com Nyak Elza Rahmadilla nyakelzarahmadilla@gmail.com Ichsan ichsanaffan@gmail.com Kenduri kematian merupakan salah satu tradisi yang masih lestari dalam masyarakat Aceh dan mencerminkan integrasi erat antara adat dan ajaran Islam. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai media sedekah makanan serta sarana penguatan nilai-nilai keislaman dan silaturahmi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik kenduri kematian dalam masyarakat Aceh sebagai bentuk sedekah makanan dan mengkaji integrasi nilai keislaman serta fungsi sosial yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur dan observasi sosial terhadap pelaksanaan kenduri kematian di beberapa wilayah Aceh. Hasil kajian menunjukkan bahwa kenduri kematian berperan sebagai bentuk aktualisasi ajaran Islam tentang sedekah, ukhuwah Islamiyah, dan solidaritas sosial. Melalui penyediaan makanan, pembacaan doa, zikir, dan tahlil, tradisi ini menjadi media dakwah kultural yang efektif dan mudah diterima oleh masyarakat. Selain itu, kenduri kematian berkontribusi dalam memperkuat silaturahmi, menumbuhkan empati kolektif, serta menjaga keharmonisan dan ketahanan sosial masyarakat Aceh. Dengan demikian, kenduri kematian dapat dipahami sebagai wujud harmonisasi antara adat dan nilai keislaman yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat Aceh. 2026-06-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Asmadhiya Asyyifa, Cut Miratul Hayati, Hawania Rizki, Illiza Maghfirah, Isti Karina, Nyak Elza Rahmadilla https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/267 Makna Meugang sebagai Wujud Kegembiraan Menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Implikasinya terhadap Kesehatan Keluarga dalam Menjalani Ibadah Puasa bagi Masyarakat Aceh 2026-08-13T07:20:33+00:00 Rosi Novita rosinovita.razali@gmail.com Azkira Indah Lestari azkiraindahl@gmail.com Burhanuddin Syam burhanuddinsyam@serambimekkah.ac.id Ika Nabila ikanabila684@gmail.com Jihan Ulfaira ulfairajihan58@gmail.com Lia Yumadila liayumadilaarby@gmail.com Mirda Amira mirda.amira01@gmail.com Nadhifa Haseli nadhifahasely@gmail.com Rizka Amelia rizkaameliaa827@gmail.com <p>Meugang merupakan tradisi turun- temurun masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Tradisi ini ditandai dengan penyembelihan dan pengolahan daging yang kemudian dikonsumsi bersama keluarga sebagai bentuk rasa syukur, kebahagiaan, serta persiapan spiritual dan fisik sebelum menjalani ibadah puasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna meugang sebagai wujud kegembiraan menyambut Ramadhan serta implikasinya terhadap kesehatan keluarga dalam menjalani ibadah puasa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi literatur dan observasi sosial terhadap praktik meugang di masyarakat Aceh. Hasil kajian menunjukkan bahwa tradisi meugang memiliki nilai sosial, budaya, dan religius yang kuat,terutama dalam mempererat hubungan keluarga dan meningkatkan kesiapan mental menjelang Ramadhan. Namun demikian, pola konsumsi daging yang berlebihan, tinggi lemak, dan kurang seimbang dapat berdampak pada kesehatan apabila tidak diiringi dengan kesadaran gizi. Oleh karena itu, diperlukan pemaknaan ulang tradisi meugang dengan memperhatikan aspek kesehatan agar nilai budaya tetap terjaga dan ibadah puasa dapat dijalani secara optimal.</p> 2026-06-02T07:10:32+00:00 Copyright (c) 2026 Rosi Novita , Azkira Indah Lestari, Ika Nabila, Jihan Ulfaira, Lia Yumadila, Mirda Amira, Nadhifa Haseli, Rizka Amelia https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/264 Peusijuk, Sarana Silaturahmi dan Sedekah Makanan untuk Keberkahan; Studi Sosialisasi Agama pada Masyarakat 2026-08-13T07:20:33+00:00 Abubakar abubakar@serambimekkah.ac.id Suci Andayani andayanisuci865@gmail.com Dahlia Ules dahliaules46@gmail.com Dilva Cantika dilvacantika@gmail.com Gebrina Amirah Ramadhana gebri4319@gmail.com Muhammad Abiyu Ikbar abiyuikbar12345@gmail.com Muhammad Arsyikal muhammadarsyikala@gmail.com Nafisah Rizkita rizkitaa6@gmail.com Nazira Masyhurah naziramasyhurah@gmail.com Putri Asri Zalfarah pa7425591@gmail.com <p>This study aims to analyze the tradition of Peusijuk as a medium of religious socialization, social interaction, and food almsgiving (sedekah makanan) within Acehnese society. Peusijuk is not merely a cultural ritual but also represents the internalization of religious, social, and nutritional values that contribute to social harmony and collective well-being. This research employed a qualitative descriptive approach through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that Peusijuk plays a significant role in strengthening social bonds, transmitting religious values, and practicing food sharing as a form of almsgiving. From a nutrition perspective, food sharing during Peusijuk contributes to the fulfillment of basic nutritional needs and reflects communal awareness of food security.</p> 2026-06-02T07:58:44+00:00 Copyright (c) 2026 Abubakar Mekkah, Burhanuddin Syam, Suci Andayani, Dahlia Ules, Dilva Cantika, Gebrina Amirah Ramadhana, Muhammad Abiyu Ikbar, Muhammad Arsyikal, Nafisah Rizkita, Nazira Masyhurah, Putri Asri Zalfarah https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/294 Peran Mahkamah Konstitusi dalam Menyelesaikan Sengketa Hasil Pemilihan Umum: Antara Judicial Activism dan Judicial Restraint 2026-08-13T07:20:33+00:00 Sulistyowati sulistyowati.advokat@gmail.com Adji Suradji Muhammad adji.suradji@apmd.ac.id Gusti Bintang Maharaja gustibintangmaharaja@gmail.com Ariena Khairunisa Gunawan arienakhairunisa96@gmail.com Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia memegang kewenangan yang sangat strategis dan sensitif, yaitu menyelesaikan perselisihan hasil pemilihan umum. Dalam menjalankan peran sentral ini, Mahkamah Konstitusi secara terus-menerus bergulat dengan ketegangan paradigmatik antara dua doktrin besar dalam hukum tata negara, yakni aktivisme peradilan atau “judicial activism” dan pengekangan peradilan atau “judicial restraint”. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dinamika penerapan kedua pendekatan tersebut dalam putusan-putusan sengketa pemilu di Indonesia, dengan memberikan perhatian khusus pada Pemilihan Presiden tahun 2019 dan 2024, serta mengkaji dampak fluktuasi filosofis ini terhadap pengujian undang-undang pemilu dan rekomendasi reformasi kelembagaan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif analitis, yang berfokus pada analisis putusan pengadilan, literatur hukum, dan doktrin yang relevan. Temuan utama artikel ini menunjukkan bahwa meskipun Mahkamah Konstitusi secara institusional cenderung menerapkan doktrin pengekangan peradilan yang ketat dalam sengketa hasil pemilu, telah terjadi pergeseran paradigma yang tidak dapat diabaikan. Pergeseran ini paling nyata ditandai oleh lahirnya pendapat berbeda atau “dissenting opinion” dari tiga orang hakim konstitusi pada putusan sengketa Pilpres 2024, sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah persidangan sengketa hasil pemilu presiden di Indonesia. Fluktuasi filosofis yang sama juga terlihat dalam putusan-putusan pengujian undang-undang pemilu, seperti kontroversi putusan mengenai batas usia calon presiden dan wakil presiden serta putusan progresif mengenai ambang batas pencalonan presiden. Kesimpulan dari artikel ini menegaskan bahwa dialektika antara aktivisme dan pengekangan peradilan mencerminkan upaya sungguh-sungguh Mahkamah Konstitusi dalam mencari titik keseimbangan yang sulit antara kepastian hukum, stabilitas politik nasional, dan keadilan substantif yang dicitakan oleh konstitusi. Sebagai rekomendasi, reformasi kelembagaan yang serius, khususnya pembentukan pengadilan khusus pemilu yang terintegrasi, dinilai sangat mendesak untuk mengatasi fragmentasi kewenangan yang selama ini melemahkan efektivitas penegakan hukum pemilu di Indonesia. 2026-06-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Sulistyowati, Adji Suradji Muhammad, Gusti Bintang Maharaja, Ariena Khairunisa Gunawan https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/277 Peran Syariat Islam dalam Membentuk Perilaku Sosial Generasi Milenial Aceh 2026-08-13T07:20:33+00:00 Arbi Rahman Arbi Rahman ulba arbiarbirahmanulba@gmail.com Saddam Saddam@unadabna.ac.id Fithri Angelia Permana fithri.angelia.permana@serambimekkah.ac.id Mariati mariati@serambimekkah.ac.id Saprijal saprijal@unadabna.ac.id Firdatul Syifa f93640399@gmail.com Rayo Fanesi rayofanesy26@gmail.com Sofi Heriyanti sofiheriyanti9@gmail.com Syarifa rsarifa66@gmail.com Penelitian ini membahas peran Syariat Islam dalam membentuk perilaku sosial generasi milenial di Aceh. Sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan Syariat Islam, Aceh menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam interaksi sosial masyarakat. Generasi milenial sebagai kelompok usia produktif memiliki peran penting dalam menjaga dan melanjutkan nilai-nilai tersebut di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Di era globalisasi, generasi milenial menghadapi berbagai tantangan seperti pengaruh budaya luar, kemajuan teknologi, dan perubahan pola pergaulan yang dapat memengaruhi perilaku sosial mereka. Dalam kondisi ini, Syariat Islam berfungsi sebagai landasan moral dan norma yang mengatur sikap, etika, serta hubungan sosial antarindividu agar tetap sesuai dengan ajaran Islam. Peran Syariat Islam terlihat dalam pembentukan karakter generasi milenial, seperti dalam hal kesopanan, cara berpakaian, kepedulian sosial, serta ketaatan terhadap aturan agama. Meskipun demikian, masih terdapat kendala dalam penerapannya, seperti kurangnya kesadaran individu dan kuatnya pengaruh lingkungan modern. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan Syariat Islam agar mampu membentuk perilaku sosial yang baik dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. 2026-06-15T03:41:53+00:00 Copyright (c) 2026 Arbi Rahman Arbi Rahman ulba https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/279 Analisis Hukum dan Kebijakan : Implementasi Syariat Islam Di Aceh dalam Perspektif Hukum Nasional dan Lokal 2026-08-13T07:20:34+00:00 Nora Fitria norafitria@serambimekkah.ac.id Abubakar abubakar@serambimekkah.ac.id Aldiansyah aldiansyah77331@gmail.com Mawardini mawardini369@gmail.com Fitri Zulfidar zulfidar8@gmail.com Arisnaini aris.naini@serambimekkah.ac.id Mawardini mawardini368@gmail.com Najwa Mefya Azkia Najwamefya@gmail.com Sophi Abel Calita abelsophicalita@gmail.com Tiara Sari Manik tiarasarimanik27@gmail.com Abstrak Studi ini mengkaji penerapan Syariat Islam di Aceh dari perspektif hukum nasional dan daerah, efektivitas Qanun Jinayat dalam menangani pelanggaran moral, hubungan hukum adat dengan syariat, serta peran Wilayatul Hisbah sebagai penegak aturan. Aceh memperoleh kewenangan khusus berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, yang dijabarkan melalui qanun daerah seperti Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif, dengan analisis perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan kajian pustaka. Hasilnya menunjukkan legitimasi konstitusional yang kuat, tapi pelaksanaan menghadapi tantangan: perbedaan pemahaman masyarakat, isu HAM, keterbatasan sarana, serta koordinasi lembaga yang kurang optimal. Qanun Jinayat berfungsi preventif dan represif untuk ketertiban sosial, bergantung pada kesadaran masyarakat dan profesionalisme aparat. Hukum adat tetap vital sebagai pelengkap penyelesaian sengketa sosial. Wilayatul Hisbah mengawasi dan membina, meski terkendala kelembagaan dan SDM. Diperlukan harmonisasi kebijakan, edukasi hukum, dan penguatan institusi agar Syariat Islam berjalan efektif, adil, dan sesuai prinsip negara hukum Indonesia. 2026-06-17T03:39:12+00:00 Copyright (c) 2026 Aldiansyah, Abubakar, Mawardini, Fitri Zulfidar, Arisnaini, Mawardini, Najwa Mefya Azkia, Sophi Abel Calita, Tiara Sari Manik https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/281 Peran Pendidikan dalam Membentuk Kesadaran Syariat Islam Generasi Z di Tengah Budaya Digital Aceh 2026-08-13T07:20:34+00:00 Muhammad Usman muhammadusman@serambimekkah.ac.id Sadi Samsadi Ukhrawi samsadiukhrawi01@gmail.com Mohd Jaisar Raju mohd.jaisarraju@unadabna.ac.id Zahrul Fuadi zahrul@poliven.ac.id Agun Yumandi samsadiukhrawi01@gmail.com Maryuni maryunicapah0@gmail.com Rafna Maulia ratnamaulia123@gmail.com Nabila Funna nabilafunna75@gmail.com Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sekaligus mengkaji secara mendalam peran pendidikan dalam membentuk kesadaran syariat Islam pada Generasi Z di tengah kuatnya pengaruh budaya digital di Aceh .Generasi Z sebagai kelompok yang tumbuh dalam era teknologi informasi memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai sumber pengetahuan melalui media sosial, internet, dan platform digital lainnya. Namun demikian, kemudahan akses tersebut juga menjadikan mereka rentan terhadap masuknya nilai-nilai yang tidak selalu sejalan dengan prinsip-prinsip syariat Islam. Oleh karena itu, diperlukan peran pendidikan yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan nilai keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui studi literatur, observasi sosial, serta analisis fenomena yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat strategis, baik melalui jalur formal seperti sekolah dan perguruan tinggi, maupun melalui pendidikan nonformal dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Integrasi nilai-nilai syariat Islam ke dalam kurikulum, pemanfaatan media digital yang bersifat edukatif, serta penguatan peran orang tua dan tokoh masyarakat menjadi faktor penting dalam membentuk kesadaran keagamaan Generasi Z. Selain itu, literasi digital yang baik menjadi aspek krusial agar generasi muda mampu menyaring informasi serta menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Dengan demikian, sinergi antara pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial, serta pemanfaatan teknologi secara positif, menjadi kunci utama dalam membentuk kesadaran syariat Islam yang adaptif, relevan, dan mampu menjawab tantangan zaman pada Generasi Z di Aceh. 2026-06-17T14:55:04+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad Usman, Sadi Samsadi Ukhrawi, Mohd Jaisar Raju, Zahrul Fuadi, Agun Yumandi, Maryuni, Rafna Maulia, Nabila Funna https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/278 Kesetaraan Gender dalam Perspektif Hak Asasi Manusia dan Syariat Islam 2026-08-13T07:20:34+00:00 Muhammad Yafif yafifmuhammad249@gmail.com Badriati badriati636@gmail.com Fadhilah Fadhilah@serambimekkah.ac.id Dini Syahriza Fahlevi dini.syahriza.fahlevi@serambimekkah.ac.id Samsul Ikhbar samsul.ikhbar@serambimekkah.ac.id Mira Irnanda mirairnanda@gmail.com Riska Agustina riskaagustina1506@gmail.com Irsya Dyatullia irsyadyatullia2007@gmail.com Implementasi syariat Islam di Aceh melalui kerangka otonomi khusus menimbulkan tantangan serius terhadap perlindungan hak asasi manusia universal. Penelitian ini menganalisis secara kritis regulasi dan praktik penegakan hukum jinayat dalam perspektif hak asasi manusia internasional. Dengan menggunakan metode analisis dokumen dan studi kasus terhadap Qanun Jinayat serta putusan-putusan Mahkamah Syar'iyah, penelitian ini menemukan adanya ketegangan fundamental antara legitimasi historis otonomi kultural Aceh dengan kewajiban negara melindungi martabat kemanusiaan. Sanksi fisik seperti cambuk dan potong anggota tubuh yang diatur dalam qanun bertentangan dengan Konvensi Anti Penyiksaan, sementara penegakan yang diskriminatif terhadap perempuan dan minoritas agama mereproduksi ketidaksetaraan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hukum formal dalam implementasi syariat seringkali mengabaikan prinsip due process of law dan menciptakan iklim moral policing yang membatasi kebebasan privat. Penelitian ini merekomendasikan rekonstruksi dialogis yang menegosiasikan antara komitmen identitas keagamaan dengan prinsip-prinsip keadilan universal melalui reformasi substantif qanun, penghapusan sanksi degrading, dan peningkatan mekanisme monitoring independen. Keberhasilan implementasi syariat Islam di Aceh harus dinilai berdasarkan kemampuannya melindungi hak fundamental setiap individu tanpa diskriminasi. 2026-06-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 muhammad yafif https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/288 Physical Condition Profile of Weightlifters in Banda Aceh City As a basis for performance building 2026-08-13T07:20:34+00:00 Dicky Imam Bahesty dickyimambahesty@serambimekkah.ac.id Santi Sunadari santisundari@serambimekkah.ac.id Mia Melissa mia.melissa@serambimekkah.ac.id Physical condition is a fundamental factor that determines the success of athlete development and performance achievement in weightlifting. Effective athlete development requires an objective and measurable assessment of physical condition as a basis for designing appropriate training programs. This study aimed to determine the physical condition profile of weightlifting athletes in Banda Aceh City as a foundation for performance development toward PORA, Pre-PON, and PON competitions. This study employed a quantitative approach with a descriptive research design. The subjects were Banda Aceh City weightlifting athletes selected using a total sampling technique. Data were collected through physical condition tests covering muscular strength, explosive power, speed, flexibility, and muscular endurance. Data analysis was conducted using descriptive statistics, including mean values and classification based on physical condition norms. The results showed that muscular strength was categorized as good with a mean score of 82, while explosive power (75), speed (70), flexibility (68), and muscular endurance (72) were classified as moderate. These findings indicate that the development of weightlifting athletes in Banda Aceh City has been relatively effective in improving strength but still requires further enhancement in supporting physical components. It can be concluded that systematic physical condition profiling is essential as a scientific basis for developing more targeted, individualized, and sustainable athlete training programs. The results of this study are expected to serve as a reference for coaches and sports administrators in improving the quality of weightlifting athlete development in Banda Aceh City. 2026-06-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Dicky Imam Bahesty, Hendri Fadly, Junaidi, Septi Hariansyah, Bungsu Amelia Sofya https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/290 Pendekatan Preemtif dan Preventif dalam Penanganan Gangguan Keamanan dan Ketertiban oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Banguntapan 2026-08-13T07:20:34+00:00 Joko Tri Hasbiyanto hasbiyanto.05@gmail.com Sri Widayanti widisriwidayanti@gmail.com This study examines the preemptive and preventive approaches implemented by Bhabinkamtibmas (Community Security Officers) of Banguntapan Village, Bantul Regency, in handling community security and order disturbances. Banguntapan is the most densely populated sub-district in Banguntapan District and recorded the second-highest number of criminal cases in Bantul in 2024. Design/methodology/approach: This study employs a descriptive qualitative method, collecting data through interviews, observations, and documentation from seven informants. Findings: Findings reveal that preemptive measures include community counseling, establishment of neighborhood watch posts (Poskamling), and dissemination of public advisories; while preventive measures encompass routine patrols, surveillance of crime-prone areas, and community relationship-building. Both approaches yield positive outcomes including increased legal awareness, community participation in neighborhood security activities, and a reduction in security disturbances. Key obstacles include insufficient public trust and a tendency to conceal problems. Originality/value/limitations of the study: This study recommends strengthening Bhabinkamtibmas capacity and enhancing synergy among community elements. 2026-07-08T15:26:17+00:00 Copyright (c) 2026 Joko Tri Hasbiyanto, Sri Widayanti https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/323 Challenges in Islamic Religious Education Learning among Diaspora Students at the Guidance School under the Indonesian School of Kuala Lumpur 2026-08-13T07:20:35+00:00 Qurrata Akyuni qurrata.akyuni@serambimekkah.ac.id Wahyu Khafidah wahyukhafidah@serambimekkah.ac.id Sabrina sabrina@seranbimekkah.ac.id Asriani asriani@serambimekkah.ac.id Ustad Ahsam Nawawi asriani@serambimekkah.ac.id Destia Natasya asriani@serambimekkah.ac.id Nisa Ul Humairah asriani@serambimekkah.ac.id Islamic Religious Education (IRE) plays a significant role in fostering students' faith, moral values, and character development. However, its implementation among Indonesian diaspora students at Sekolah Bimbingan (SB) Pandan Indah, Kuala Lumpur, encounters various challenges arising from the students' social, cultural, and residential environments. This study aims to analyze the challenges faced in the implementation of Islamic Religious Education for Indonesian diaspora students and to identify the strategies employed to address these challenges. The study adopted a qualitative approach using a case study design. Data were collected through interviews, observations, and document analysis involving teachers, students, and school administrators. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while triangulation was employed to ensure the trustworthiness of the findings. The results reveal that the major challenges in IRE learning include disparities in students' prior religious knowledge, limited instructional time, insufficient parental support due to work commitments, inadequate learning facilities, and the influence of the social environment and digital technology. To address these challenges, teachers implemented adaptive learning strategies, utilized digital learning media, provided gradual and individualized guidance, and strengthened communication with parents. The study concludes that the successful implementation of Islamic Religious Education for Indonesian diaspora students requires strong collaboration among schools, families, and the surrounding community to achieve the intended educational objectives effectively. 2026-07-22T09:58:33+00:00 Copyright (c) 2026 Qurrata Akyuni, Wahyu Khafidah, , Sabrina, Faisal, Fadlan Hidayat, Destia Natasya, Nisa Ul Humairah, Yeni Rimadeni https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/275 Negosiasi Identitas Religius Generasi Z Di Aceh: Interaksi Syariat Islam dan Budaya Digital 2026-08-13T07:20:35+00:00 Muhammad Muhammad.hamzah@serambimekkah.ac.id Osa Alesia Osa osaalesia03@gmail.com Ratna Mutia ratna.mutia@serambimekkah.ac.id Husnaidar husnaidarida@gmail.com Nurfiani Syamsuddin nurfianisyamsuddin@serambimekkah.ac.id Ikhwatun Hidayat ihwatulh5@gmail.com Fingki Indrawan fingkiindrawan95@gmail.com Akhyar akhyar@unida-aceh.ac.id Yeni Rimadeni yenirimadeni@poltekkesaceh.ac.id Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika negosiasi identitas religius Generasi Z di Aceh dalam menghadapi interaksi antara nilai-nilai Syariat Islam dan pengaruh budaya digital global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif sosiohumaniora. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap generasi muda yang aktif menggunakan media sosial, observasi sosial, serta studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z di Aceh mengalami proses negosiasi identitas religius yang kompleks. Di satu sisi, mereka berada dalam struktur sosial yang menuntut kepatuhan terhadap norma Syariat Islam sebagai identitas kolektif masyarakat Aceh. Namun di sisi lain, paparan budaya digital global melalui media sosial memperkenalkan nilai-nilai baru yang lebih individualistik dan ekspresif. Penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena tersebut tidak semata-mata mencerminkan krisis identitas religius, tetapi juga proses transformasi identitas religius generasi muda dalam konteks masyarakat digital 2026-07-24T08:48:37+00:00 Copyright (c) 2026 Muhammad, Osa Alesia, Ratna Mutia, Husnaidar, Nurfiani Samsuddin, Ikhwatun Hidayat Fingki Indrawan, Akhyar, Yeni Rimadeni https://www.jsk.kodepena.org/index.php/jsk/article/view/330 The Empowerment of International Community Service Program Students in Supporting Learning Activities at Sanggar Guidance of Sekolah Indonedia Kuala Lumpur, Kuala Lumpur, Malaysia 2026-08-14T09:06:34+00:00 Ainun Mardhiah, S. PdI, M. Pd Ainun.mardhiah@serambimekkah.ac.id Geubrina Maghfirah geubrina.maghfirah@serambimekkah.ac.id Abubakar abubakar@serambimekkah.ac.id Dessi Nur Adiska dessinuradiska094@gmail.com Zainuddin zainuddin@serambimekkah.ac.id Muhammad Zulfajri Muhammad.zulfajri@serambimekkah.ac.id M. Nurrijal nurrijalmuhammad36@gmail.com Aldiyat Luthfianda aldyanda9@gmail.com Birrul Walidain birrulcoy59@gmail.com <p>This study aims to analyze the forms of empowerment of International Community Service Program students in supporting learning activities at SB Pantai Dalam Kuala Lumpur, Malaysia.This study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observations, in-depth interviews with teachers, International Community Service Program students, and Sanggar Bimbingan administrators, as well as documentation studies of learning activities. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with triangulation techniques applied to ensure the validity of the findings.The results indicate that International Community Service Program students contributed to improving the quality of learning through assistance in teaching and learning activities, the development of creative learning media, the implementation of student-centered learning methods, the strengthening of literacy and numeracy skills, and the implementation of character education activities. The presence of students also increased learners' motivation, strengthened collaboration with teachers, and created a more active, interactive, and conducive learning environment.This study concludes that the empowerment of International Community Service Program students provides a significant contribution to improving the quality of educational services at SB Pantai Dalam and strengthens the implementation of community engagement programs within the context of international education for Indonesian diaspora children</p> 2026-05-31T00:00:00+00:00 Copyright (c)