Pendekatan Preemtif dan Preventif dalam Penanganan Gangguan Keamanan dan Ketertiban oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Banguntapan
Abstract
This study examines the preemptive and preventive approaches implemented by Bhabinkamtibmas (Community Security Officers) of Banguntapan Village, Bantul Regency, in handling community security and order disturbances. Banguntapan is the most densely populated sub-district in Banguntapan District and recorded the second-highest number of criminal cases in Bantul in 2024. Design/methodology/approach: This study employs a descriptive qualitative method, collecting data through interviews, observations, and documentation from seven informants. Findings: Findings reveal that preemptive measures include community counseling, establishment of neighborhood watch posts (Poskamling), and dissemination of public advisories; while preventive measures encompass routine patrols, surveillance of crime-prone areas, and community relationship-building. Both approaches yield positive outcomes including increased legal awareness, community participation in neighborhood security activities, and a reduction in security disturbances. Key obstacles include insufficient public trust and a tendency to conceal problems. Originality/value/limitations of the study: This study recommends strengthening Bhabinkamtibmas capacity and enhancing synergy among community elements.References
Ahmadi, A. (2010). Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.
Karana, W. A. J., Nita, S., & Setyabudi, C. M. (2024). Peran Patroli Perintis Presisi dalam Mencegah Terjadinya Tawuran di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya. Jurnal Alwatzikhoebillah, 10(2), 510–526.
Kepolisian Negara Republik Indonesia. (2015). Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemolisian Masyarakat.
Kepolisian Resor Bantul. (2024). Laporan Analisis dan Evaluasi Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kabupaten Bantul Tahun 2024.
Mangunhardjana. (1986). Pembinaan, Arti dan Metodenya. Yogyakarta: PT. Kanisius.
Moleong, L. J. (2004). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muladi. (2002). Kapita Selekta Sistem Peradilan Pidana. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Patton, M. Q. (2004). Qualitative Research & Evaluation Methods. California: Sage Publications.
Pitajeng, L. A., Ismail, & Nurany, F. (2024). Strategi Bhabinkamtibmas Polsek Jambangan Untuk Meningkatkan Peran Serta Masyarakat Guna Pemeliharaan Kamtibmas. Jurnal Ilmiah Administrasi Negara, 8(1), 27–39.
Pratama, A., dan Hidayat, R. (2021). Peran Bhabinkamtibmas dalam Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Jurnal Keamanan dan Ketertiban, 5(2), 112–123.
Rahardjo, S. (2009). Penegakan Hukum Suatu Tinjauan Sosiologis. Yogyakarta: Genta Publishing.
Ruslan, R. (2004). Metode Penelitian: Public Relation & Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Sari, N. W., Winarti, & Suranto, J. (2016). Peranan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dalam Meningkatkan Pelayanan Keamanan Masyarakat Polsek Sumoroto. Transformasi, 2(29), 118–122.
Soekanto, S. (2010). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sugianta, W. (2022). Efektivitas Sistem Pengamanan Terpadu Berbasis Desa Adat (Sipandu Beradat) Sebagai Upaya Pencegahan Tindak Pidana Di Wilayah Hukum Kepolisian Resor Buleleng. Kertha Widya Jurnal Hukum, 10(1), 18–44.
Susanto, E. (2023). Peran Bhabinkamtibmas dalam Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Jurnal Ilmu Kepolisian, 12(2), 45–60.
Tambunan, F. (2014). Peranan Pemolisian Masyarakat Terhadap Pembinaan Sistem Keamanan Lingkungan. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Hukum, 1(2), 1–14.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Widodo, B. (2014). Pemolisian Masyarakat (Community Policing). Jakarta: PTIK Press.
Damayanti, M. D., Efendy, M. H., & Anggraeni, I. D. (2026). PERAN GENERASI Z DALAM MENGAWAL DEMOKRASI DAN PEMILU 2029: ANALISIS PARTISIPASI MAHASISWA DALAM MENCEGAH POLARISASI SOSIAL DAN HOAKS POLITIK. Civic Edu: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(2), 1-8.
Maifizar, A., & Amelia, P. (2024). Peran Aparatur Gampong Dalam Menangani Konflik Sosial Masyarakat Di Gampong Peunaga Cut Ujong Aceh Barat. Jurnal Sociohumaniora Kodepena (JSK), 5(2), 93-100.
Abubakar, A., Maifizar, A., Fajri, H., Basri, B., Arif, A. M., & Saputra, N. (2025). Integrating entrepreneurial values into faith-based education: a study of traditional pesantren in Aceh. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 13(2), 1421-1446.
Examples of Creative Commons Licensing Notifications in the Copyright Notices
1. Proposed Policy for Journals That Offer Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


